Minggu, 16 Juli 2017

MINI KONSER GITA ANGKASA CHOIR " INDAHNYA KEBERAGAMAN "


Gita Angkasa Choir merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang terdapat di Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, Yogyakarta. Telah berdiri selama lima belas tahun. Mini konser kedua ini bertema " INDAHNYA KEBERAGAMAN " yang dilandasi dengan para anggota paduan suara yang berasal dari suku, budaya, bahasa, dan agama yang berbeda. Serta mini konser ini dibuat untuk memperlihatkan bahwa GAC telah mencapai prestasi di kopertis V Yogyakarta. Serta mini konser ini di persembahkan buat para kakak alumni GAC yang telah bersusah payah dan berusaha mendirikan GAC dengan baik, terlebih mini konser ini di persembahkan kepada Almarhum Pembina yang  sangat luar biasa Ir Daniel Teguh Rudianto S.T., M.T.  

Selasa, 30 Mei 2017

Setiap hari ku Tuhan selalu memberikan sukacita yang berbeda pada ku. Bukan hanya memberikan ku kesehatan dan mengurapin aku dengan kasih Nya. Tuhan maha besar dan akan selalu lebih besar dari masalah yang menghadang. Kepercayaan ku akan Tuhan membuat ku semakin mencintaiNya. Dimana hidup ku masih penuh kekelaman, Dimana hidupku masih penuh keluhan, Dimana hidup ku hanya memikirkan diriku sendiri.



Namun, kini Tuhan memberikan hidup yang baru kepada ku. Dimana aku semakin merasakan adanya perubahan yang luar biasa dalam hidup ku. Hidup ku yang selalu penuh berkat, dimana setiap masalah dan derita kini dapat ku syukuri dan dapat ku nikmati dengan sukacita. Dimana saat ini aku mengalamin hidup baru penuh hikmat.

Kamis, 25 Mei 2017

KISAH KU



Dua tahun di kota ini,lingkungan yang berbeda serta mulai membiasakan diri dengan mulai belajar bahasa daerahnya. Di mana aku harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan serta masyarakatnya yang berasal dari berbagai daerah bahkan pulau. Banyak suku budaya dapat di temui di kota Jogja. Penduduk yang ramah serta kedamaian kota ini membuat saya nyaman dan betah berkuliah di kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto,Yogyakarta. Disanalah cerita cinta ku mulai  bertumbuh hingga berakhir tanpa sempat memiliki karena adanya belenggu antara dua insan yang berbeda.

            Aku hanya seorang gadis pendiam,yang kegiatannya bagai KUPU-KUPU selama satu semester. Dia terlihat pendiam, namun ketika ia telah mengenal dan mulai percaya kepada orang lain.Ia takkan segan-segan bertingkah konyol bahkan bertingkah bodoh di depan mereka. Gadis itu tinggal di pondok putri disea,Wonocatur. Di pondok tersebut dia sering menjadi bullyan dari teman-temannya, karena dia yang berstatus single. Walaupun aku sering di bully, aku tidak merasa terasingkan oleh mereka, justru aku bahagia dengan tingkah laku mereka yang begitu rupa. Mungkin, di balik pendiamnya, dia adalah anak yang senang berbagi cerita pada teman satu kostnya. Dia berteman baik di kostnya dan sangat dekat pada Siti, Susi, Venny, Pinto, Nettha, Beba, Lely, Heldy, Nohva serta anak yang lain.

            Setelah sebulan aku tinggal di Jogja, keluar sudah kepribadian yang ada pada diriku. Awalnya mereka tidak percaya bahwa saya orangnya senang bercerita, makanya setelah mereka tahu siapa aku sebenarnya, mereka hanya bisa terdiam dan kaget. Tapi, entah apa yang telah ku lakukan pada saat itu. Aku berteman baik dengan Kak Epy yang ternyata kakak itu memiliki musuh bebuyutan dikost ini. Pertengkaran dan salah paham pun terjadi antara aku dan Rani sepupu ku karena omongan kak Epy, masalah itu membuat aku dan Rani saling diam seperti orang yang musuhan. Beberapa hari kami tetap diam-diaman hingga kak Nettha yang tahu permasalahan itu, Dia datang menemui kami di kamar dan bertanya ”Kenapa kalian berdua diam-diaman Dek?” Rani menjawab  “Nggak kenapa-kenapa kok Kak Net.”

            Tiba-tiba saat aku dan Rani diam ketika kak Nettha menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana watak dari kak Epy. Terdengar suara tangisan dari arah  selatan kak Nettha, tangisan Rani membuat aku meneteskan air mata. Aku merasa bersalah ketika dari mulut Rani keluar kata-kata ”Kenapa kayak gitu kau sama ku Era? Lebih percaya kau sama orang yang baru kau kenal daripada aku yang udah bertahun-tahun bareng Ra?”.

Hatiku hancur dan tetesan air mata semakin membasahi pipi ku,begitu juga dengan Rani. Di balik tangisan itu ada kehangatan dan ketulusan yang kami dekap ketika aku dan Rani berpelukan. Pelukan tanda bahwa kami telah berdamai dan tidak mempermasalahkan yang siapa yang  membuat kami menjadi salah paham. Usai itu, kami melihat ke arah kak Nettha dan mengucapkan “Terima Kasih kak Nettha, udah buat kami baikan dan memberitahukan kami. kalau kak Epy sering membuat hubungan pertemanan orang lain sirna.”

            Canda tawa itu kembali menemani hari-hari Era dan sepupunya, hubungan mereka kian membaik tanpa ada kesedihan dan kemurungan dalam wajah mereka. Rani, selalu menjadi kakak buat Era, dia tak pernah lupa untuk mengingatkan Era agar tidak lupa untuk istirahat dan makan setiap harinya. Mereka bagaikan sepatu yang saling melengkapi dan saling mengiringi satu sama lain di setiap langkah. Walaupun mereka berbeda prodi, prodi tidak menjadi batas untuk membuat keduanya berpisah bahkan berhenti komunikasi di kampus. Bila Era berada di gedung seberang, Rani tak segan untuk berteriak “Eraaaaa....” Begitu juga dengan  Era yang selalu bersikap manja pada Rani dimana pun Era bertemu dengannya. Pola pikir mereka yang dewasa tidak menutupi sikap kekanak-kanakan yang mereka miliki. Sikap kekanak-kanakan tersebut yang selalu mengajarkan bahwa mereka harus dapat bersikap baik dimana pun dan kapan pun. Kedekatan mereka membuat orang di sekelilingnya berpikir kalau mereka kembar. Ternyata, saya dan Rani tidak kembar, tapi kami adalah sepupu kece. ”Hahahhaha....” Sepupu kece yang memiliki kepribadian berbeda, yang satu lugu dan polos serta mudah nangis, yang satu lagi selalu ingin di mengerti dan apa yang di inginkan harus di penuhi. Pribadi yang melekat pada diri mereka, terlihat unik. Keunikan dan kepribadian itu terkadang merugikan diri mereka sendiri. Sikap egois yang tak dapat di hilangkan dari perorangan, sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara mereka. Sedekat apapun, seakrab apapun, dan sesayang apapun keduanya tidak pernah lepas dari percecokan, perbedaan pendapat bahkan permusuhan pun menghadang kedekatan itu.

            “Kring.....kring......kring.............”suara dari hanphone ku. Saya kira Mama, ”Eh.... ternyata Yohannes”. Aku matiin telpon dari dia. Setelah telponnya ku matikan, Yohannes kembali mengirim pesan singkat berbunyi “Hai Era, lagi ngpaen?” Dia Lelaki baik, pendiam dan berasal dari Solo. Aku kenal dia karena kami sekelas di mata kuliah Agama. Dia anak jurusan teknik mesin dan kami memiliki tanggung jawab di kelas sebagai Bendahara. Aku senang berteman dengannya, sehingga setiap kali ia butuh bantuan, sebisa mungkin aku membantunya. Awalnya pertemanan kami baik-baik saja, ketika aku belum mengetahui kalau dia menyukai aku. Aku benci, kecewa, marah saat dia menyatakan perasaan suka dan sayangnya pada ku. Hati ku berkata “Tuhan, Mengapa ini terjadi? Aku hanya ingin menjadi teman baiknya dan tidak lebih dari hubungan teman”.

Sejak ia menyatakan rasa sayangnya pada ku, aku mulai menjaga jarak dari dirinya, pesan-pesan yang ia kirim tak pernah terbalas oleh ku. Telponnya yang selalu ku reject. Sampai saat aku tertidur, handphone yang terletak begitu saja di atas tempat tidur, di lihat dan di pakai oleh sepupu ku Rani. Tanpa sepengetahuan ku ternyata Rani membalas pesan dari Yohannes yang bunyinya mengajak aku jalan. Setelah terbangun dari tidur, aku mulai membuka handphone dan melihat kotak masuk pesan, ternyata perbincangan yang mereka bahas sudah banyak. Tanpa pikir panjang aku mengirim pesan kepada Yohannes kalau pesan-pesan yang dikirimnya bukan aku yang balas. Dia terkejut saat mengetahui itu, tidak hanya dia yang terkejut. Tapi aku ikut terkejut akan pembahasannya terhadap respon sepupu ku. Saat itu, aku merasa harga diriku sebagai wanita telah jatuh, yang selama ini aku jaga dan aku pertahankan. Sebab, Rani seakan-akan menolak ajakan jalannya karena Yohannes hendak pergi menggunakan Trans Jogja. Ya Tuhan, kagetnya diriku akan hal itu, hingga aku tak tahu hendak membalas apa kepada Yohannes. Sampai akhirnya ku hentikan mengirim pesan dan pesan yang darinya ku hapus dari ponselku.

            Berakhir sudah pertemanan yang kami jalin selama ini, ia tak pernah membantuku lagi menjalankan tanggung jawab sebagai bendahara, ia mulai jarang masuk jam kuliah agama, ia mulai tak pernah bergabung dalam komunitas mahasiswa katolik. Rindu terhadap masa berteman dengannya, namun rasa kecewa yang ku miliki lebih besar dari rindu ku. Yang awalnya ku tahu dia tak merokok, sekarang aku melihatnya menghisap rokok di depan ku saat berpapasan dengannya di gerbang kampus. Dia semakin membuat aku benci atas sikapnya pada ku, yang menganggap aku seakan wanita matre yang melihat segi material seorang pria. Seminggu usai ajakan itu ditolak, ia membeli motor baru dan lewat di hadapan kakak ku dan pacarnya Ardo. Pulang kuliah dengan tubuh yang melelahkan aku harus mendengar cerita dari Kak Rani, Ardo akan motor baru yang Yohannes miliki. Di tengah cerita mereka aku memotong ceritanya dengan berkata “Sudahlah, aku capek! Mau tidur dulu”. Perbincangan selesai sampai di situ.

            Aku kembali seperti sebelumnya, tak mau tahu lagi akan hal itu. Dan tak mau lagi mendengar  tentang Yohannes. Bahkan tak mau tahu lagi mengapa ia berubah menjadi lelaki yang berandalan. Jika dia berubah seperti itu karena aku, betapa bersalahnya diri ku terhadap dia. Namun, ketika aku merespon perasaannya karena ia baik dan perasaan kasihan, berarti aku menyiksa diriku serta membohongi perasaan ku. Membohongi perasaaan sama dengan aku membohonginya yang  pada akhirnya akan membuat dia semakin terpukul oleh kebohongan. Ketika aku pernah bertemu dengannya di kampus, dengan keberanian menyapa dia serta tersenyum padanya. Aku tak menerima respon apapun dari dia. Maka setelah itu, aku tahu bahwa ia takkan pernah mau lagi berteman dengan ku. Inilah sebagian dari cerita cinta dalam pertemanan yang membuat aku kehilangan teman baik. Wanita seperti ku pantas menerima sikap yang Yohannes lakukan pada diri ku. Namun, andai dia tahu bahwa aku tipe wanita yang tidak menyukai teman lelakinya menyatakan perasaan terhadapnya, ketika dia sudah menganggap pria itu sebatas teman baik.

            Rintik hujan membasahi jagat raya, rasa gelisah menghantui hari-hari ku akan Yohannes. Melihat perubahan dirinya, seakan aku wanita terjahat di dunia. Tuhan, aku ingin suatu saat ia akan kembali seperti awal aku mengenal dia. Hati mulai berseri melalui setiap langkah demi langkah yang ku jalanin. Tawa itu sudah terlihat di raut wajah Era. Kini, Era lebih sering bersama dengan sahabatnya Resty, Alda, dan Shanti. Tiada hari tanpa kisah persahabatan mereka. Resty, sahabat yang selalu ada di samping Era baik dalam kenyataan dan dunia maya sekalipun. Di saat tali persahabatan mereka semakin erat, kisah cinta yang di jalanin mempengaruhi tali persahabatan mereka. Sehingga, pada ujungnya Septy makin jarang bergabung dengan mereka. Septy tak pernah lagi memberikan sedikit waktunya untuk kumpul bareng kita di kampus. Awalnya, kami menganggap bahwa dia sibuk dengan bisnis yang sekarang menjadi profesi sehari-harinya. Kami maklum atas kesibukan yang ia miliki, tetapi tidak dengan hubungannya dengan Panji. Entah apa yang aku rasakan pada saat itu, Aku mulai takut jika suatu saat nanti teman baikku akan meninggalkan ku sendiri hingga tubuhku terkulai.

            “Beb....” teriak Alda dari parkiran motor memanggil ku dan Resty. Teriakannya membuat langkah  ini berhenti dan kami menoleh ke belakang. Kami pun berhenti hendak menunggu Alda menghampiri kami. Sesampainya di tempat, tak ada rasa malu terhadap gerombolan orang di lapangan. Alda langsung memeluk dan cipika cipiki pada kami berdua. Pelukan serta ciumannya membuat ku terharu dan tak ingin kehilangan masa-masa seperti ini. Dari kami berlima, Alda lebih dulu menjalanin hubungan pada teman kami Ary. Tapi,ia masih ada disini bersama dengan kami menghabiskan waktu tuk bersama. Kekonyolan sikapnya mampu membuat suasana diam menjadi mencair. Tawanya yang menggelegar membuat saya dan Resty ikut tertawa. Dibalik tawa kami, ada pertanyaan pada diri kami bertiga “Kenapa Shanti berubah?” Shanti kini tak seperti pertama kali kami mengenalnya. Dia berubah menjadi sosok pendiam, murung dan tak bersemangat. Bukan hanya itu saja perubahaan yang terjadi pada Shanti, dia juga jadi sering terlambat datang ke kampus. Ia menjadi lebih sering duduk di belakang dengan ke kasihnya Donny. Perubahan itu membuatnya semakin jauh dari sisi kami bertiga. Kami merasa ada yang hilang dalam diri kami, ketika sikap Shanty mulai dingin terhadap kami.

Aku merasa bahwa ada hal yang menyebabkan dia begitu. Tapi, aku tidak tahu apa yang ia sembunyikan dari ku. Hanya bisa menebak-nebak atas hal itu, ”Bisa saja Donny melarang Shanty dekat sama kami, bisa juga karena Donny tidak menyukai kami yang terlalu ikut campur atas asmara mereka. Kami tidak bermaksud untuk menjadi perusak dalam hubungan mereka, Memang dari sebelum Shanty menerima cinta Donny. Resty sangat menentang hubungan itu, terlebih saya dan Alda. Karena sikap Donny yang kekanak-kanakan, pecicilan serta lebay itu membuat kami tidak percaya  bahwa dia akan menjaga Shanty dengan baik. Kami takut jika akhirnya hanya kesedihan yang Shanti dapatkan dari diri Donny.       

Cinta hadir mewarnai persahabatan kami, dari kita berlima tinggal aku yang belum punya kekasih. Oleh karena itu, terkadang aku berpikir dan merenung di kesendirianku. Betapa pilunya hari ku bila harus sebatang kara tanpa mereka. Aku akan merasakan kesepian, kehilangan sahabat yang selama ini bersama ku, karena mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Tetapi, bukan berarti aku berhenti melangkah menggapai tujuan awalku di kota Jogja. Tujuan awal yang fokus pada cita-cita untuk menjadi orang sukses dan menaikkan derajat keluargaku agar tak di pandang sebelah mata. Cinta membuat persahabatan kami renggang  terlebih antara kami dengan Shanti dan Septy. Keadaan itu membuat hati ku menangis  mengucapkan doa pada Tuhan agar persahabatan ini tak putus sampai di sini. Di balik senduh tangisan itu ada kerinduan dengan masa-masa dulu sebelum cinta hadir dalam diri sahabat-sahabat ku. Aku tak dapat melarang cinta untuk hadir pada hati sahabatku, sebab cinta datang tanpa diharapkan.

Masa demi masa kami lalui, tangis dan tawa kami rasakan bersama selama tiga semester. Dua tahun sudah kisah itu berjalan, namun ketika semester tiga hanya ada cerita tentang aku, Resty dan Alda. Kami akhirnya terbiasa bertiga melakukan segala sesuatu, belajar bareng tanpa kehadiran Shanti, Septy. Kini hanya ada AER saja, sehingga teman kami yang biasanya melihat kami berlima. Kini hanya tinggal bertiga, kalau tidak bertiga hanya berdua. Tiada cerita yang dapat di rekayasa, semua nyata dalam kehidupan ku.

Dunia ini terasa berhenti, ketika aku harus menghadapi kenyataan akan di tinggalkan oleh para sahabatku karena cinta. Aku tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka meninggalkan aku. Aku harus tetap tegar dan yakin kalau salah satu dari keempat sahabatku akan ada bersama ku. Namun, ku belum tahu siapa yang setia menjadi sahabat bagi ku. Akhirnya, waktu membuat aku menyadari bahwa Resty dan Alda yang akan menjadi teman baik ku. Meskipun, Shanti tak begitu sering di sisi ku lagi, aku yakin bahwa dia memiliki kerinduan bersama dengan kami. Namun, dia tak berdaya akan Donny yang menginginkan kehadiran Shanti setiap detik dalam pelukannya. Melihat Shanti yang tak dapat berbuat apa-apa membuat kami kesal terhadap tingkah Donny yang menekan Shanti dalam hubungan cinta mereka. Terlihat dari wajah Shanti ketakutan setiap kali kami mengajaknya pergi main ke tempat biasa nongkrong kita.                                                     

            Kita semakin jarang bareng dalam segala hal. Tapi aku dan Resty hampir setiap saat bersama. Walaupun saat ini dia telah menjadi kekasih kakak tingkat ku Mas Habib. ”Hahahahaha.......” Lucu iya mendengar kata Mas-Mas. Tapi itu lah sebutan buat para pria di kota istimewa jogja. Lingkungan menuntut aku untuk mengerti akan bahasa daerah kota ini yang di gunakan sehari-hari  adalah bahasa jawa. Bahasa yang sangat halus di banding nada bahasa yang biasa saya pakai. Aku mulai bosan dengan keadaan ini, yang hanya pergi kuliah, belajar, pulang, tidur, makan dan seperti itu lah seharian. Terkadang aku berpikir untuk menjadi wanita yang super aktif. Tetapi, dibalik kata bosan itu, ada rasa takut mengakhiri masa kesendirianku. Takut kalau nantinya aku menyayangi orang yang salah.

            Kebosanan dan kejenuhan kini menyelimuti hari-hari ku, hingga membuat aku seakan menjadi pribadi hilang kendali. Tugas kuliah yang menumpuk dan tekanan dari organisasi yang aku ikutin menuntut keaktifan yang lebih membuat aku berpikir untuk mencari kekasih agar aku dapat berbagi keluh kesah dan tawa pada orang yang selalu ada di sisi ku. Keinginan besar itu hampir membuat ku terjatuh ke dalam jurang yang terjal. Aku menyadari bahwa tidak semua keinginan kita dapatkan dan tidak semua keinginan memberikan kepuasan dan kebahagiaan. Setelah itu, aku berusaha bangkit dari keinginan itu, dan memulai berserah pada sang pencipta. Kicauan burung yang terbang bebas di langit membuat hati ku berseru dan bernyanyi betapa indahnya hidup yang aku jalanin. Tak semua yang aku miliki saat ini di miliki oleh orang lain. Maka sejak dari situ aku selalu memulai hari ku dengan ucapan syukur dan penuh kasih agar aku dapat tersenyum melalui kehidupan ini.

            Seruan ku menghadirkan sebuah harapan baru akan hari yang aku jalanin ke depannya, dunia baru serta dedaunan yang gugur kini menghasilkan daun yang baru pada ranting-ranting pohon itu. Cinta mulai hadir dalam hati ku,hadir tanpa di harapkan dan tak di rencanakan. Cinta itu hadir mengisi relung hatiku yang telah bertahun-tahun hampa. Kini, kunci yang telah lama hilang dari hati, ku dapatkan dari lelaki hitam manis. Lelaki yang baik, cuek dan misterius itu.Dia pria yang ku kenal sejak interview keanggotan badan eksekutif mahasiswa di bulan Oktober. Awalnya aku takut pada dia,s ejak interview. Entah mengapa ada rasa yang berbeda pada diri ku terhadapnya. Rasa penasaran membuat aku ingin mengenal sosok pria itu, mengenal segala kepribadiannya dan tahu segala kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Ternyata aku lemah oleh rasa penasaran, aku mulai mengaguminya diam-diam hingga pada saatnya aku mulai menyayanginya tanpa ada yang tahu. Dibalik rasa sayang itu aku tak peduli ocehan dan omongan orang lain tentang dia, dan dimata ku ia adalah pria baik. Pria baik yang mungkin relatif, tetapi aku melihat ada sesuatu yang membuat aku terpikat olehnya, namun aku belum tahu apa yang membuat aku mengaguminya dan mampu menyayangginya.

            Dia merupakan bayangan cinta untuk ke dua kalinya yang aku rasakan setelah sosok lelaki tiga tahun yang lalu hadir mewarnai hari-hari ku. Dia adalah kakak tingkat ku di kampus, Pria yang memiliki banyak teman wanita. Perasaan suka itu membuat aku lemah, karena semakin hari rasa suka itu menjadi rasa sayang hingga merubah menjadi rasa ingin memilikinya ”Apa aku begitu egois?”  Tanya ku pada diriku. Mata yang hanya dapat melihat dari kejauhan, serta tangan yang tak dapat menggapainya. Hati yang tersenyum bila mendengar suaranya, Jantung yang berdetak kencang bila di dekatnya. Pernahkah suara hati ku terdengar oleh mu, hati yang memanggil nama mu dalam diam. Apa yang aku rasakan tak kan pernah di tahunya.

            Aku semakin di selimuti oleh rasa sayang itu, namun aku hanya mampu terdiam di dalam persembunyiaan hatiku. Bahwa rasa sayang ini hanya dapat aku simpan baik-baik tanpa di ketahui insan di sekitarku. Di dalam rasa sayang yang ku miliki terhadapnya, aku mulai goyah oleh perbedaan yang ada di antara kami. Ingin ku tetap bertahan oleh rasa ini, namun sebesar apa pun usaha yang aku lakukan untuk memilikinya akan menjadi sia-sia. Dalam doaku aku berseru menyebutkan namanya agar aku mendapatkan petunjuk dari Tuhan ku. Seruan itu membuat aku semakin menyayanginya,namun aku tak dapat memilikinya. Kini, aku mencintai orang yang tak mencintai ku,inilah yang sering di sebut dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Eitz....jangan patah semangat dulu guys....

Karena saya tidak pernah merasa menyesal jika aku hanya bisa mencintai tanpa memiliki.oleh karena itu merupakan anugerah yang berasal dari sang pencipta. Cinta ini mengajarkan aku untuk tetap tegar, sabar dan tetap tersenyum. Walaupun ada tangis di balik rasa itu.

            Seandainya tak ada perbedaan itu, mungkin aku akan tetap bertahan dan memperjuangkan rasa sayang ini, tetap menunggu hingga waktu mempersatukan aku dengannya. Menunggu yang tak pasti itu sangat menyedikan dan pilu serta membosankan. Bila jiwa ku mulai bosan menunggu mungkinkah rasa saya pada Kak Dia akan hilang?? “Tidak...” Rasa sayang itu tidak mudah  untuk hilang, walaupun dia tak dapat engkau miliki. Bertahan lah dengan rasa sayang itu dan belajar lah untuk menghargai rasa sayang yang ada dalam hatimu. Kali ini aku menyayangi orang yang berbeda. Dimana pria ini terlihat playboy...ternyata tak playboy.

            Saya tahu bahwa tak seorang pun pria senang di bandingkan oleh pria lain. Tetapi, kedua lelaki yang mampu membuat rasa sayang itu hadir dalam diriku hanya lah mereka.Dua tipikal pria yang berbeda dengan karakter yang berbeda serta sifat yang berbeda hingga tiga ratus enam puluh derajat. Heran dan aneh jika aku melihat ke dua pria itu. Dimana aku melihat jelas perbedaan di antara mereka, pria yang sama-sama aku sayangi saat ini. Pria yang mengajarkan ku arti mencintai dengan tulus dan menyayangi dengan tulus tanpa meliki apa yang mereka miliki. Perbedaan itu membuat aku menjadi wanita yang kuat dengan segala kelemahanku. Lelaki yang luar biasa mampu mengayomi, menjaga dan melindungi diriku tanpa ada perbuatan yang melecehkan ku sebagai kekasihnya. Lelaki itu bernama Zecky, ia slalu mengajari aku apa itu ketulusan, Dia sabar menghadapi tingkah ku yang tak menentu. Zecky yang mengajarkan ku bahwa persahabatan lebih penting dari seorang pacar. Dia juga yang mengajarkan ku apa arti dari kehilangan. Aku kehilangan pria seperti dia, namun kini aku menemukan apa yang sempat hilang dari cinta ku pada lelaki yang bernama Dia. Tetapi, kini larangan kembali menghampiri rasa sayang ku terhadap dia. Kita di bedakan oleh keyakinan yang menjadi jurang di antara tebing-tebing yang kokoh. Tebing yang hanya memiliki tiga persen untuk dapat di robohkan.

            Saya memberikan sikap peduliku terhadap Kak Dia tanpa sadar,mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan pada pengenalan kampus dengan dana yang minim.Tetapi,aku bimbang atas sikapku, karena sikap ku yang begitu kini komunikasi antara aku dan  kakak itu semakin berjarak. Dia tak seperti yang aku kenal pertama kali, komunikasi tak segurih dulu. canda tawa antara aku dengannya tak sehangat hari kemarin. Mungkin dia sudah tahu apa yang aku rasa kan sehingga ia mulai menjaga jarak dari ku.

            Pada akhirnya aku berserah akan semua yang telah terjadi, aku tetap berdiri tegak dengan rasa sayang ku padanya. Aku bertahan di tengah kota oleh cinta yang tersembunyi. Aku berdoa demi kebaikannya. Kini, aku sadar bahwa aku tak dapat memiliki orang-orang yang ku sayangi pada saat ini. Namun, aku pernah bahwa rasa sayang yang ku miliki menjadi kekuatan baru untuk aku lebih tegar dalam melalui hidupku. Aku sadar bahwa diri kalian adalah berbeda dan aku tak boleh menyamakan setiap sisi yang kalian miliki. Terima kasih atas cinta yang telah aku rasakan saat ini, suatu saat nanti akan ada cinta yang lebih indah menemanin hari-hari kita.

            Kisah cinta yang ada dalam setiap hembusan nafas, hanya akan menjadi pelipur lara dam hati bahwa aku pernah menyayangi dirimu hingga saat ini. Rasa sayang yang takkan pernah pudar oleh waktu. Cinta yang takkan pernah dapat bersatu oleh perbedaan. Cinta yang hanya dapat hadir dalam hati tanpa dapat mendekapmu. Kini, aku menyadari bahwa kalian sosok pria yang istimewa bagi ku. Tak peduli keburukan apa yang pernah ada dalam diri mu. Tak peduli seberapa sempurnahnya diri mu, Namun keberadaan cinta dalam hati ku mengajarkan ku untuk mencintai dengan tulus dan mampu mewujudkan kesempurnaan cinta dengan menyebutkan nama orang yang kita kasih di setiap doa-doa yang kita persembahkan pada Tuhan.

MINI KONSER GITA ANGKASA CHOIR " INDAHNYA KEBERAGAMAN "

Gita Angkasa Choir merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang terdapat di Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, Yogyakarta. Telah ...